Galaxy Z Fold 8 Padukan Layar 10:16 dan 4:3, Samsung Klaim Pertama

Technology46 Views

Galaxy Z Fold 8 Padukan Layar 10:16 dan 4:3, Samsung Klaim Pertama Samsung membawa perubahan besar pada rancangan Galaxy Z Fold 8 dengan meninggalkan bentuk tinggi dan ramping yang selama ini melekat pada seri ponsel lipat tersebut. Perangkat yang diperkenalkan pada 22 Juli 2026 itu hadir dengan bodi lebih pendek sekaligus lebih lebar, menyerupai ukuran paspor ketika berada dalam keadaan tertutup.

Perubahan bentuk tersebut bukan semata persoalan penampilan. Samsung memasangkan layar luar dengan rasio 10:16 dan layar utama berasio 4:3. Kombinasi itu dirancang agar pengguna memperoleh layar yang terasa lebih sesuai untuk media sosial ketika perangkat tertutup, kemudian berubah menjadi bidang luas untuk menonton, bermain gim, bekerja, dan menikmati bacaan saat perangkat dibuka.

Samsung Electronics Indonesia menyatakan hanya Samsung yang memadukan Cover Screen 10:16 dan Main Screen 4:3 dalam satu perangkat lipat. Pernyataan tersebut disampaikan Yadi Prayitno selaku Head of Mobile Experience Business Samsung Electronics Indonesia. Perusahaan menilai susunan dua rasio itu dapat memberikan pengalaman berbeda ketika pengguna berpindah dari layar luar menuju layar utama.

Klaim Pertama Samsung Perlu Dipahami Secara Tepat

Pernyataan Samsung lebih tepat dipahami sebagai klaim terhadap kombinasi dua rasio layar yang digunakan pada Galaxy Z Fold 8. Samsung Indonesia menggunakan kalimat “hanya Samsung” untuk menjelaskan perpaduan layar luar 10:16 dan layar utama 4:3, bukan secara tegas menyebut bahwa bentuk ponsel lipat pendek dan lebar belum pernah dibuat oleh perusahaan lain.

Bentuk menyerupai paspor sebenarnya pernah ditemukan pada beberapa perangkat terdahulu. Oppo Find N2 dan Google Pixel Fold generasi pertama juga dikenal memiliki bodi lebih pendek dan lebar dibandingkan seri Galaxy Z Fold lama. Microsoft Surface Duo turut menggunakan bentuk serupa, meskipun perangkat tersebut memakai dua panel terpisah dan bukan satu layar fleksibel tanpa sambungan.

Pembeda Galaxy Z Fold 8 berada pada ukuran layar, rasio, struktur layar fleksibel, serta cara Samsung menggabungkan pengalaman penggunaan saat tertutup dan terbuka. Dengan demikian, klaim perusahaan tidak seharusnya diartikan bahwa Samsung merupakan pencipta pertama seluruh gagasan ponsel lipat berbentuk paspor.

Samsung memilih susunan 10:16 dan 4:3 sebagai ciri khusus Galaxy Z Fold 8. Bentuk tersebut sekaligus membedakannya dari Galaxy Z Fold 8 Ultra, yang tetap mempertahankan rancangan tinggi seperti ponsel konvensional ketika dilipat.

Menurut penulis, klaim teknologi sebaiknya dilihat dari rincian kalimat yang digunakan produsen. Galaxy Z Fold 8 memang menawarkan kombinasi rasio yang tidak biasa, tetapi bentuk pendek dan lebar pada ponsel lipat bukan gagasan yang sepenuhnya baru.

Layar Luar 10:16 Dibuat untuk Media Sosial

Galaxy Z Fold 8 memiliki Cover Screen Dynamic AMOLED 2X berukuran 5,5 inci. Resolusinya mencapai 1.248 x 1.972 piksel dengan kerapatan 428 piksel per inci. Panel tersebut mendukung tingkat penyegaran adaptif dari 1 Hz sampai 120 Hz dan dilengkapi Vision Booster untuk meningkatkan keterbacaan layar dalam kondisi cahaya terang.

Ukuran diagonal 5,5 inci mungkin terdengar lebih kecil dibandingkan layar ponsel kelas premium pada umumnya. Namun, bidangnya dibuat lebih lebar sehingga ruang untuk mengetik, membuka peta, melihat foto, dan menelusuri media sosial terasa lebih lapang.

Rasio 10:16 berarti layar memiliki ukuran horizontal yang relatif lebar terhadap tinggi panel. Susunan tersebut berbeda dari banyak ponsel modern yang memakai rasio sekitar 19,5:9 atau 20:9. Ponsel dengan rasio tinggi memang dapat memuat lebih banyak baris ketika digulir, tetapi bidang mengetik dan tampilan foto sering terasa sempit.

Samsung menyebut layar luar Galaxy Z Fold 8 disiapkan untuk kegiatan singkat yang paling sering dilakukan pengguna. Aktivitas tersebut mencakup membalas pesan, melihat pembaruan media sosial, membuka peramban, dan menonton video pendek. Pengguna tidak harus membuka perangkat setiap kali ingin menjalankan pekerjaan ringan.

Bentuk lebih pendek juga membuat bagian atas layar lebih mudah dijangkau. Pengguna dengan ukuran tangan tertentu dapat mengoperasikan lebih banyak bagian antarmuka tanpa berulang kali mengubah posisi genggaman. Walaupun demikian, bodi yang lebar mungkin membutuhkan penyesuaian bagi pengguna yang terbiasa dengan ponsel ramping.

Layar Utama 4:3 Menawarkan Bidang Seperti Tablet

Saat perangkat dibuka, Galaxy Z Fold 8 menampilkan layar utama Dynamic AMOLED 2X berukuran 7,6 inci. Panel tersebut memiliki resolusi 1.848 x 2.448 piksel, kerapatan 403 piksel per inci, serta tingkat penyegaran adaptif 1 Hz sampai 120 Hz.

Rasio 4:3 menghasilkan bidang yang lebih menyerupai tablet dibandingkan layar ponsel biasa. Susunan ini memberi area lebih besar untuk membuka halaman situs, buku digital, dokumen, foto, dan permainan. Ketika perangkat diputar, bidang layar juga dapat digunakan untuk menampilkan bacaan panjang dengan lebar baris yang lebih nyaman.

Samsung menilai layar utama 4:3 dapat memberikan ruang lebih baik untuk film dan permainan. Perusahaan juga menyebut rasio tersebut mengurangi bagian layar yang tidak digunakan ketika menampilkan sejumlah format video. Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada rasio asli konten yang diputar.

Video berformat 16:9 tetap dapat menampilkan bidang hitam karena bentuk layar tidak sama persis. Walaupun begitu, Galaxy Z Fold 8 dapat memanfaatkan area layar secara berbeda dibandingkan perangkat lipat yang panel utamanya hampir berbentuk persegi.

Foto dengan rasio 4:3 dapat memenuhi bidang layar lebih banyak tanpa pemotongan besar. Format tersebut banyak ditemukan pada hasil kamera ponsel. Pengguna yang meninjau hasil foto, menyusun album, atau melakukan penyuntingan dapat memperoleh ruang tampilan yang lebih sesuai.

Perpindahan Dua Layar Menjadi Bagian Utama Pengalaman

Samsung merancang Galaxy Z Fold 8 agar pengguna dapat memulai kegiatan melalui layar luar, kemudian meneruskannya pada layar utama. Pesan, halaman situs, peta, video, atau aplikasi dapat dibuka dalam keadaan tertutup sebelum ditampilkan pada bidang yang lebih besar.

Pendekatan tersebut membuat kedua layar memiliki fungsi yang lebih jelas. Cover Screen 10:16 tidak hanya berperan sebagai panel tambahan, sedangkan Main Screen 4:3 tidak sekadar menjadi versi lebih besar dari layar luar.

Layar luar diarahkan untuk interaksi cepat. Layar utama dipakai ketika pengguna membutuhkan ruang lebih besar, perhatian lebih lama, atau beberapa aplikasi sekaligus. Pembagian tersebut menjadi dasar rancangan Galaxy Z Fold 8 yang berbeda dari seri Fold sebelumnya.

Layar utama dapat menampilkan dua sampai tiga aplikasi secara bersamaan. Pengguna dapat membuka dokumen sambil memeriksa surat elektronik, menjalankan panggilan video sambil melihat catatan, atau membandingkan dua halaman tanpa terus berpindah aplikasi. Samsung juga mempertahankan Flex Mode agar perangkat dapat diletakkan setengah terbuka pada permukaan datar.

Bentuk Paspor Mengubah Cara Galaxy Z Fold Digenggam

Galaxy Z Fold 8 memiliki ukuran 81,9 x 123,9 x 9,7 milimeter ketika tertutup. Saat dibuka, ukurannya menjadi 161,4 x 123,9 x 4,5 milimeter. Bobot perangkat berada di angka 201 gram, menjadikannya Galaxy Z Fold paling ringan yang pernah dirilis Samsung sampai generasi tersebut.

Bobot 201 gram membuat Galaxy Z Fold 8 berada pada kisaran berat sejumlah ponsel premium biasa. Hal ini menjadi perubahan penting karena ponsel lipat selama bertahun tahun dikenal lebih tebal dan berat akibat penggunaan dua bagian bodi, engsel, dan layar fleksibel.

Ketika tertutup, perangkat memiliki tinggi yang jauh lebih pendek dibandingkan ponsel konvensional. Lebarnya justru lebih besar. Bentuk ini membuat Galaxy Z Fold 8 mudah dimasukkan ke beberapa jenis tas, tetapi dapat terasa memenuhi saku celana yang sempit.

Saat dibuka, perangkat berubah menjadi bidang lebar yang dapat dipegang menggunakan dua tangan. Bentuknya menyerupai tablet kecil untuk menonton video, menampilkan foto, atau membuka dua aplikasi berdampingan.

Sejumlah ulasan awal menyebut rancangan Galaxy Z Fold 8 terasa seperti perpaduan ponsel berukuran ringkas dan tablet kecil. Meski begitu, beberapa aplikasi masih memerlukan penyesuaian agar elemen antarmuka dapat memanfaatkan ukuran layar secara penuh.

Flex Titanium Membantu Mengurangi Tampilan Lipatan

Perubahan rasio layar membutuhkan pembaruan pada struktur panel fleksibel. Samsung memperkenalkan teknologi Flex Titanium yang menggabungkan lapisan berbahan campuran titanium dengan pelat titanium yang telah diperkuat.

Struktur tersebut bertugas menopang layar, menyerap tekanan, dan membantu menjaga ketahanan panel meskipun bodi dibuat lebih tipis. Samsung juga menyatakan Flex Titanium dapat mengurangi tampilan garis lipatan seiring penggunaan.

Garis lipatan masih menjadi salah satu perhatian pada ponsel layar fleksibel. Bagian tersebut biasanya lebih mudah terlihat ketika layar menampilkan warna gelap atau terkena cahaya dari sudut tertentu. Perubahan lapisan penopang dapat membuat permukaan terasa lebih rata, meski tingkat visibilitasnya dapat berbeda berdasarkan pencahayaan dan sudut pandang.

Teknologi baru itu turut mengatur keseimbangan antara mekanisme engsel, ketegangan panel, dan daya magnet. Samsung menyebut proses membuka perangkat terasa lebih ringan dan halus dibandingkan generasi sebelumnya.

Menurut penulis, pembaruan bentuk tidak akan cukup apabila kenyamanan panel dan engsel tertinggal. Galaxy Z Fold 8 baru dapat dinilai berhasil setelah ketahanan Flex Titanium diuji melalui penggunaan harian dalam jangka panjang.

Kecerahan Layar Mencapai 3.000 Nits

Samsung membekali layar utama Galaxy Z Fold 8 dengan kecerahan puncak hingga 3.000 nits. Panel tersebut juga dilengkapi Vision Booster dan lapisan yang membantu mengurangi pantulan cahaya. Kombinasi itu ditujukan agar tulisan, foto, serta video tetap terlihat saat perangkat digunakan di luar ruangan.

Kecerahan tinggi dibutuhkan karena permukaan layar lipat berukuran besar lebih mudah menangkap pantulan dari lingkungan sekitar. Lapisan pengurang pantulan dapat membantu mempertahankan warna dan detail tanpa memaksa pengguna selalu menaikkan tingkat kecerahan secara manual.

Tingkat penyegaran adaptif sampai 120 Hz mendukung perpindahan halaman yang lebih halus. Sistem dapat menurunkan tingkat penyegaran saat layar menampilkan gambar diam untuk mengurangi konsumsi daya, kemudian menaikkannya ketika pengguna menggulir halaman atau menjalankan permainan yang mendukung.

Ukuran besar juga memberi keuntungan ketika pengguna menonton bersama orang lain. Dua orang dapat melihat layar dengan posisi yang lebih leluasa dibandingkan memakai ponsel biasa, terutama ketika perangkat diletakkan di atas meja menggunakan Flex Mode.

Snapdragon dan Baterai Silicon Carbon Menopang Dua Layar

Galaxy Z Fold 8 menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Mobile Platform for Galaxy. Chip tersebut disiapkan untuk menjalankan beberapa aplikasi, penyuntingan foto dan video, permainan, serta fitur Galaxy AI pada layar yang lebih luas.

Samsung memasang baterai silicon carbon berkapasitas tipikal 4.800 mAh. Kapasitas terukurnya berada di angka 4.660 mAh berdasarkan catatan teknis perusahaan. Samsung mengklaim perangkat dapat menjalankan pemutaran video hingga 26 jam berdasarkan pengujian internal dengan pengaturan tertentu. Hasil pemakaian nyata dapat berubah mengikuti kecerahan, jaringan, aplikasi, dan kondisi baterai.

Baterai silicon carbon memungkinkan produsen meningkatkan kepadatan energi tanpa menambah ketebalan bodi secara berlebihan. Teknologi itu menjadi salah satu alasan Galaxy Z Fold 8 dapat membawa baterai lebih besar sambil mempertahankan bobot 201 gram.

Efisiensi akan menjadi perhatian penting karena perangkat memiliki dua layar 120 Hz. Main Screen 7,6 inci membutuhkan daya lebih besar ketika digunakan pada kecerahan tinggi, terutama untuk bermain gim, merekam video, atau menjalankan beberapa aplikasi.

Kamera Ganda 50 MP Mendukung Pembuatan Konten

Galaxy Z Fold 8 membawa kamera utama 50 MP dan kamera sudut ultra lebar 50 MP. Peningkatan besar diberikan pada kamera sudut ultra lebar yang sebelumnya beresolusi 12 MP pada Galaxy Z Fold 7.

Samsung juga menyertakan fitur My FanCam yang dapat melacak subjek pilihan dan mengatur ulang bingkai video ke rasio yang ditentukan pengguna. Fitur ini ditujukan untuk merekam konser atau pertunjukan ketika subjek terus bergerak di atas panggung.

Dukungan video mencakup perekaman 8K pada 30 bingkai per detik dan 4K pada 60 bingkai per detik. Galaxy Z Fold 8 turut menyediakan LOG Video, pilihan Cinematic LUT, APV HDR, dan Horizontal Lock untuk membantu menjaga posisi rekaman.

Rasio layar 4:3 memberi ruang lebih luas ketika pengguna meninjau rekaman, mengatur warna, atau memilih bagian video. Konten kemudian dapat diubah ke rasio vertikal untuk media sosial melalui perangkat yang sama.

Harga Galaxy Z Fold 8 di Indonesia Mulai Rp28 Jutaan

Galaxy Z Fold 8 dipasarkan di Indonesia dalam tiga konfigurasi memori. Varian RAM 12 GB dengan penyimpanan 256 GB dibanderol Rp28.499.000. Versi RAM 12 GB dan penyimpanan 512 GB dijual Rp32.499.000, sedangkan varian tertinggi dengan RAM 16 GB serta penyimpanan 1 TB dipasarkan seharga Rp40.499.000.

Masa pre order Indonesia berlangsung mulai 22 Juli sampai 13 Agustus 2026 melalui situs Samsung dan Samsung Store. Penawaran yang disiapkan mencakup peningkatan kapasitas penyimpanan dengan nilai sampai Rp4 juta, potongan kartu kredit sampai Rp3 juta, perlindungan film layar selama dua tahun, layanan Google AI Pro selama enam bulan, serta tambahan nilai tukar tambah sampai Rp1,5 juta. Ketentuan dan ketersediaannya dapat berbeda menurut metode pembelian.

Harga Galaxy Z Fold 8 menempatkannya di bawah Galaxy Z Fold 8 Ultra. Model standar mengutamakan bentuk ringkas dengan kombinasi layar 10:16 dan 4:3, sementara versi Ultra membawa layar lebih besar, kamera utama 200 MP, baterai 5.000 mAh, dan rancangan yang lebih tinggi.

Pilihan antara keduanya tidak hanya ditentukan oleh ukuran penyimpanan atau kemampuan kamera. Galaxy Z Fold 8 ditujukan bagi pengguna yang menginginkan ponsel lipat pendek, lebar, dan ringan, sedangkan Fold 8 Ultra lebih dekat dengan karakter seri Galaxy Z Fold generasi sebelumnya yang menitikberatkan ruang kerja besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *